SMA Katolik Yos Sudarso Dobo adalah salah satu sekolah di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Secara geografis, sekolah ini terletak di antara 5-8 derajat Lintang Selatan dan 133-136,5 derajat Bujur Timur. SMA ini didirikan pada tanggal 15 Juli 1991 dengan peran penting Pastor Yopi Sumakud, MSC (alm.). Kepala sekolah pertama adalah Drs. Leo Starpool, yang menjabat dari tahun 1991 hingga 2001. Pada saat itu, terdapat tujuh tenaga pengajar yang terdiri dari empat PNS dan tiga guru yayasan.
Pada tahun 2001-2003, terjadi pergantian kepemimpinan, dan Ibu Johana Janjan, SP, diangkat sebagai pelaksana tugas kepala sekolah. Berdasarkan SK Bupati Kepulauan Aru, Ibu Johana kemudian menjadi kepala sekolah definitif dari 2003 hingga 2007. Di bawah kepemimpinannya, sekolah memiliki 37 tenaga pendidik yang terdiri dari 22 guru PNS, 12 guru honorer, dan tiga staf tata usaha.
Pada 24 Mei 2017, Ibu Johana pensiun dan digantikan oleh Bapak RD Rolani Nation Marine. Selama masa kepemimpinan Bapak Rolani, SMA Katolik Yos Sudarso Dobo membuka tiga jurusan: Bahasa, MIA (IPA), dan IIS (IPS), dengan jumlah siswa mencapai 465 orang dari berbagai latar belakang agama. Sekolah ini memiliki 30 tenaga pendidik yang terdiri dari 16 guru PNS dan 14 guru honorer, serta dibantu oleh 3 staf tata usaha, 4 petugas keamanan, dan 1 penjaga sekolah.
Dari tahun 1991 hingga 2018, sekolah ini meraih berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Pada tahun 2018, SMA Katolik Yos Sudarso Dobo ditetapkan sebagai sekolah rujukan dan sekolah ramah anak di Kabupaten Kepulauan Aru. Sekolah ini memiliki motto "The Excellent in Faith, Knowledge, and Character," yang mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pembelajaran berbasis Kurikulum 2013, pencapaian prestasi dalam Olimpiade Sains, serta pengembangan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti paduan suara dan festival seni.
Selain program unggulan tersebut, SMA Katolik Yos Sudarso Dobo juga terus mengembangkan sarana prasarana. Sekolah ini memiliki 12 ruang belajar yang dilengkapi dengan proyektor, jaringan internet gratis, dan tiga laboratorium untuk mendukung pembelajaran sains. SMA ini juga melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama tiga tahun berturut-turut, dengan hasil yang memuaskan, khususnya di mata pelajaran sains.
Pada tahun ajaran 2018-2019, seluruh kelas dari X hingga XII telah sepenuhnya menerapkan Kurikulum 2013, dan SMA ini dipercaya oleh pemerintah pusat sebagai sekolah rujukan dan ramah anak di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.